Cinta tak bertuan
Saya
bingung bagaimana melisankan perasaan ini, yang saya tahu saat berada di
dekatnya rasa nyaman selalu menghampiri, hormone dopamine juga bereaksi
memberikan saya rasa Bahagia. Kadang perasaan ini sulit untuk di tebak. Jika
dekat dirinya salting, jika ia bersama yang lain cemburu, jika berjauhan rindu,
dan tanpa alasan yang jelas bisa saja tiba-tiba benci dengannya. Katanya
perbedaan cinta dan benci itu sangat tipis, setipis kertas. Apa iya aku jatuh
cinta dengannya? Atau saya benci dengannya?
Hingga
kini, saya masih bingung dengan perasaan dirinya kepadaku. Apa mungkin ia
memiliki perasaan yang sama? Atau hanya spekulasi dan kegeeran aku saja,
seolah-olah ia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku takut ekspetasiku
padanya malah menjadi boomerang buat aku. Aku takut spekulasiku malah membuat
hatiku sakit. Hingga kini “rasa” yang aku miliki belum mempunyai tuannya. Aku
takut rasa cinta ini tidak memiliki tuannya. Aku takut rasa cinta ini hanya
milikku sepihak tanpa di balas olehnya. Aku takut rasa cinta ini bertepuk
sebelah tangan. Aku harap perasaan ini diketahui olehnya. Aku harap cinta ini
di balas olehnya. Aku harap rasa ini mempunyai pemiliknya. Aku harap kamu
menerima cintaku dan menjadi pemilik cinta tak bertuan ini.








